Gambaran Umum Kota Tebing Tinggi

 
danau_maninjau.jpg

I. GAMBARAN UMUM

Kabupaten Agam merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Barat dengan ibukota Kabupaten Lubuk Basung. Secara Astronomis Kabupaten Agam terletak Antara 00' 01'34''  -  00' 28'43'' Lintang Selatan dan 99' 46'39''  -  100' 32'50'' Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Agam adalah 2.232,3 kilometer persegi. Kecamatan dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Palembayan dengan luas wilayah 15,67 persen dari luas wilayah Kabupaten Agam. Sedangkan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Banuhampu dengan luas wilayah 1,27 persen.

Kondisi geografis Kabupaten Agam terbentang mulai dari ketinggian 0 hingga lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Tanjung Mutiara adalah kecamatan dengan ketinggian ibu kecamatan terendah yaitu 2 m dpl. Sedangkan kecamatan dengan ketinggian ibu kecamatan tertinggi adalah Kecamatan Matur yaitu 1.031 m dpl. Suhu rata-rata di Kabupaten Agam adalah 20'-33' C dengan curah hujan 2.879 mm pada tahun 2010.

Luas Kabupaten Agam adalah 223.230 hektar. Sebagian besar wilayah Kabupaten Agam merupakan kawasan hutan yaitu seluas  98.421,77 hektar.  Sawah tadah hujan merupakan luas penggunaan lahan terbesar kedua di Kabupaten Agam dengan luas lahan 26.115,63 hektar. Luas lahan perkebunan juga cukup luas yang terdiri dari 25.868,10 hektar kebun campuran, 15.256,62 hektar perkebunan rakyat dan 21.462,86 hektar perkebunan besar Data Geografi dan Iklim dikumpulkan dari berbagai sumber. Data keadaan geografis dikumpulkan dari Bappeda Kabupaten Agam dan Badan Pertanahan Nasional. Data Iklim dikumpulkan dari Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika.

Kabupaten Agam sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, sebelah selatan dengan Kabupaten Padang Pariaman, sebelah timur dengan Kabupaten 50 Kota, sebelah barat dengan Samudera Indonesia, dan  bagian tengah dengan Kota Bukittinggi.  Wilayahnya yang seluas  2.232,3 km², terbagi menjadi 16 kecamatan dan  82 nagari. Berdasarkan data statistik tahun 2011, jumlah penduduknya mencapai 455.484 jiwa dengan kepadatan rata-rata 199,52 jiwa per km2.

II. POTENSI DAERAH

A. Potensi Pariwisata

Kabupaten Agam memiliki beragam potensi di sektor pariwisata. Alam yang menawan, keunikan seni dan budaya, situs sejarah dan purbakala, wisata minat khusus, serta kehidupan sosial budaya merupakan faktor-faktor pendukung bagi pengembangan investasi di bidang pariwisata.
 

1. Alam yang menawan

Alam Agam indah menawan. Wilayah bagian timur yang dikenal dengan Dataran Tinggi Agam merupakan daerah pegunungan dengan hamparan panorama alam yang menakjubkan membentang di antara Gunung Merapi dan Singgalang, dengan hutan hujan tropis, areal pertanian, lembah, air terjun, gua, sungai, dan Danau Maninjau. Sementara di bagian barat ada pantai yang indah, luas, landai, dan berpasir putih dengan sinar matahari tropisnya yang hangat.

Puncak Lawang, Ambun Tanai, Lokasi Ekowisata Gunung Merapi, Ngalau Kamang, Tarusan Kamang yang ajaib, Nagari  Batang Palupuh dengan Hutan Lindung dan Bunga Raflessia Arnorldii-nya menyajikan  pesona keindahan yang begitu menakjubkan.

 

2. Situs Sejarah dan Cagar Budaya

Kepariwisataan Kabupaten Agam juga didukung oleh keberadaan tempat-tempat bersejarah dan cagar budaya. Di Kawasan Maninjau, ada Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Rumah dan Perkampungan Tradisional, dan Mesjid-Mesjid peninggalan ulama-ulama masa lalu.  Ada Nagari Koto Gadang yang masih menjaga tradisi. Nagari yang dilatarbelakangi pemandangan indah Ngarai Sianok ini juga terkenal dengan sulaman dan kerajinan perak. dengan situs sejarah dan budayanya. Di Kecamatan  Palupuah, yang juga masih tradisional, ditemukan banyak situs sejarah dan budaya, di antaranya ada bekas tempat pemandian Ratu Wilhelmina, ada benteng, tugu dan tempat-tempat bersejarah peninggalan zaman perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang.

 

3. Wisata Minat Khusus

Selain memiliki objek wisata alam, wisata sejarah, dan wisata budaya, Kabupaten Agam juga memiliki potensi dan fasilitas untuk wisata minat khusus, seperti olah raga dirgantara palayang, sepeda gunung, trecking, jetski, dan ekowisata.  Di Kawasan Maninjau, ada beberapa event wisata yang digelar, Eksibisi dan Kompetisi Paralayang Fun Fly in Maninjau, Tour de Singkarak, Tour de Antokan, Adventure de Matur dan Off Road. Selain dari aktivitas wisata tahunan tersebut, ada aktivitas wisata lainnya yang sering dilaksanakan di sini, seperti outbound, arung jeram, trecking, dan ekowisata, dan terbang tandem dengan pilot lokal yang bersertifikasi setiap hari Sabtu.

  

4. Kehidupan Sosial Budaya

Kehidupan sosial budaya merupakan daya tarik lain yang dimiliki suatu daerah. Setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri. Tata cara tradisional, mulai dari cara berpakaian, cara, cara mengolah hasil pertanian, cara mengolah makanan tradisional merupakan hal-hal menarik bagi pengunjung suatu daerah, dan juga faktor bertani penting yang harus diperhatikan oleh para calon investor. Dengan demikian, kehidupan sosial budaya memiliki peranan bagi pengembangan kegiatan investasi.  Beberapa kegiatan sosial budaya yang sering mengundang perhatian di Kabupaten Agam, di antaranya; membuat sulaman di Nagari Koto Gadang di Puncak Lawang, pengolahan tebu, dan mencari pensi di Maninjau.

 

B. Potensi Pertanian

Kabupaten Agam bagian timur merupakan daerah pegunungan yang terkenal sebagai lahan pertanian subur. Wilayah ini merupakan lumbung pangan, hortikultura, dan palawija. Beras produksi Kabupaten Agam diakui memiliki kualitas yang bagus, terutama beras Ampek Angkek, beras Kamang, dan beras danau. Kabupaten Agam juga memiliki kentang varietas lokal yang unggul, yaitu kentang cingkariang, yang saat ini berkembang di Kecamatan Matua, IV Koto, Sungaipua, Banuhampu, Canduang, dan Baso. Kentang jenis ini sangat baik untuk dibuat menjadi keripik kentang. Kondisi alam Agam juga sesuai untuk pengembangan tanaman jeruk. Saat ini, tanaman jeruk berkembang di 5 kecamatan, yaitu di Kamang Magek, Palupuah, Canduang, Ampek Angkek, dan Baso. Produk hortikultura dan palawija lainnya yang merupakan produk andalan  adalah tomat, wortel, cabe, kol, sawi, terung, pisang, jagung, dan kacang-kacangan, yang pemasarannya sampai ke propinsi Riau, Jambi, Bengkulu, Batam, dan Singapura.

 

C. Potensi Perkebunan

Kabupaten Agam juga memiliki komoditi perkebunan yang cukup berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu komoditi unggulannya adalah gambir, yang dikenal memiliki kualitas yang lebih bagus di banding gambir dari daerah lainnya di Sumatera Barat. Untuk pengembangan gambir, Kabupaten Agam memiliki ketersediaan lahan yang luas di Kecamatan Palupuh dan Palembayan. Kabupaten Agam juga sangat cocok untuk pengembangan kelapa sawit dan tanaman kakao, terutama di kecamatan Lubuk Basung, Ampek Nagari, dan Palembayan. Secara keseluruhan, sektor perkebunan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena Kabupaten Agam memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas. Di samping itu, pengolahan komoditi perkebunan, seperti pengolahan kelapa, kopi, dan tebu merupakan peluang investasi di Kabupaten Agam.

 

D. Potensi Perikanan dan Kelautan

Sektor perikanan, baik perikanan laut, perairan umum, maupun budidaya, merupakan potensi besar lainnya yang dimiliki Kabupaten Agam.  Perairan Tanjung Mutiara dengan  garis pantai sepanjang 43 km merupakan rumah bagi ikan-ikan pelagis kecil dan pelagis besar, dan juga ikan-ikan demersal. Di antara hasil tangkapan utama di perairan ini adalah ikan tembang, tongkol, tuna, teri, kembung, layur, mayung, selar, udang putih, dan lainnya. Namun hasil tangkapan nelayan Agam belum maksimal karena keterbatasan peralatan tangkap.

 

E. Potensi Peternakan

Sektor perternakan juga memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Salah satu peluang investasi yang paling prospektif adalah peternakan sapi potong dan kambing. Usaha ini didukung oleh ketersediaan lahan yang cukup luas untuk budidaya rumput gajah sebagai pakan ternak, serta Iklim dan cuaca yang kondusif. Adanya sarjana kesehatan hewan, tenaga kerja dan pasar tenak merupakan faktor pendukung lainnya. Pengembangan ayam petelur, ayam pedaging, ayam kampung, dan itik juga merupakan peluang investasi yang menjanjikan. Saat ini kebutuhan Kabupaten Agam akan telur ayam dan daging ayam dipasok dari kabupaten lain.

 

F. Potensi Sumber Daya Air

Sungai-sungai dan air terjun di Kabupaten Agam yang selalu mengalir sepanjang tahun merupakan potensi yang sangat besar untuk penyediaan energi listrik. Sungai-sungai ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro karena sungai-sungai ini pada umumnya terletak di kawasan hutan dan areal penggunaan lain. Topografi Agam yang berbukit-bukit juga sangat mendukung pemanfaatan sungai sebagai pembangkit listrik karena menyediakan head point yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan air terjun pemutar turbin. Saat ini telah ada beberapa kegiatan investasi di sektor ini, seperti pembangunan PLTMH di Batang Antokan dan  Batang Guntung. Namun, peluang untuk pemanfaatan sumber daya air masih cukup besar.

III. PELUANG INVESTASI PRIORITAS

 

A. Pengembangan Kawasan Wisata Danau Maninjau

Kawasan Maninjau merupakan kawasan di sekitar Danau Maninjau, yang meliputi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Matur, dan Kecamatan Palembayan. Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya pada ketinggian 500 mdpl dan memiliki luas 950 ha.

Di puncak bukit yang mengelilingi danau, ada beberapa objek wisata; Ambun Pagi, Ambun Tanai, Puncak Lawang, dan XIII Nan Basa yang termasuk ke wilayah Kecamatan Matur, serta Bukit Sakura yang merupakan wilayah Kecamatan Palembayan. Dari tempat-tempat ini,  para pelancong bisa menikmati keindahan panorama alam Maninjau yang menakjubkan dari ketinggian. Keindahan ini juga bisa disaksikan dari jalan yang berliku-liku menuruni bukit menuju danau, yang dikenal dengan Kelok 44.

 

Kawasan ini memiliki fasilitas pariwisata yang memadai.  Di sini, ada hotel berbintang, beberapa hotel melati dan homestay. Ada juga coffee shop dan biro perjalanan wisata. Sarana dan prasarana transportasi juga baik. Kondisi jalannya bagus dan alat transportasi tersedia. Demikian juga dengan jaringan listrik, komunikasi, dan air bersih.

Ada beberapa kegiatan investasi yang bisa dilakukan di Kawasan Maninjau, yaitu; pembangunan jalur Kereta Gantung, pembangunan hotel di XIII Nan Basa dan Ambun Tanai, serta pengembangan Linggai sebagai objek wisata pinggir danau.

 

1. Pembangunan Jalur Kereta Gantung (Cable Car)

Pembangunan jalur Kereta Gantung direncanakan di Kawasan Maninjau   dengan Top Station di XIII Nan Basa (Puncak Lawang) dan Bottom Station di pinggir Danau Maninjau. XIII Nan Basa merupakan taman rekreasi seluas ± 8 ha. Di luar kawasan objek wisata ini masih terdapat lahan ± 2 ha untuk lokasi Top Station Kereta Gantung. Sementara, Bottom Station bisa dibangun di Bayua atau di Linggai yang merupakan area di pinggir danau.

 

Profil Investasi

a. Lokasi :  Kawasan Wisata Maninjau dengan Top Station di Puncak Lawang dan Bottom Station  di Pinggir Danau Maninjau
(±  25 km dari Bukittinggi dan ± 115 km dari Padang)
b. Ketersediaan Lahan :  10 Ha
c. Status  Tanah :  Milik Pribadi/kaum
d. Sistem Pemerolehan Lahan :  Kerjasama
e. Pelabuhan Udara   :  Bandara Internasional Minagkabau ± 117 Km )
f.  Pelabuhan Laut     :  Teluk Bayur  (± 130 Km)
g. Dokumen Pendukung :                                                                                                                               

          1) Feasibility Study in 2006

          2) Spacial Planning of Maninjau  Tourism Resort

h. Nilai Ekonomis   :

          1) Berlokasi di Kawasan Maninjau, tingkat kunjungan wisatanya cukup tinggi

          2) Dekat dari Bukittinggi,destinasi wisata utama dan paling popular di Sumatera Barat.

          3) Keberadaan Cable Car diprediksi akan menarik kunjungan wisata dari daerah lain di Sumatera

 

2. Pembangunan Hotel di XIII Nan Basa dan Ambun Tanai

XIII Nan Basa, Ambun Tanai, Puncak Lawang, dan Ambun Pagi merupakan  merupakan taman rekreasi di puncak bukit yang letaknya berdekatan. Dari tempat ini para pelancong bisa menyaksikan pemandangan yang luar biasa dengan Danau Maninjau yang berkilau di dasar lembah. Tempat ini juga cocok untuk pembangunan hotel dan Convention Center karena, di samping pemandangan alamnya yang indah, udaranya sangat  sejuk dan segar. Tempat ini juga cocok untuk pengembangan Kebun Buah dan Kebun Binatang. Kegiatan wisata yang bisa dikembangkan di sini antara lain  wisata berkuda, berkemah dan trecking.

 

Profil Investasi

a. Lokasi  :  Kecamatan Matur (17 km dari Bukittinggi)
b. Ketersediaan Lahan  :  2 Ha
c. Status Tanah   :  Milik Pribadi/kaum
d. Sistem Pemerolehan Lahan :  Kerjasama
e. Pelabuhan Udara :  Bandara Internasional Minagkabau ± 100 Km )
f. Pelabuhan Laut  :  Teluk Bayur  (± 120 Km)
g. Faktor Pendudkung :

     1) Terletak di Kawasan Wisata, yang berarti lokasi ini terletak berdekatan dengan beberapa objek wisata lainnya,

         seperti; Muko-Muko,   Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Puncak Lawang, Embun Pagi, Kelok 44, dan lainnya.
     2) Pemandangan yang mempesona
     3) Udara yang sejuk dan bebas polusi
     4) Fasilitas Wisata, seperti; gazebo, shelter, mushalla, toilet, dan taman
     5) Memiliki potensi wisata budaya, minat khusus, dan kuliner.
     6) Ketersediaan air bersih, listrik, sarana telekomunikasi
     7) Sarana dan prasarana transportasi

 

3. Pengembangan Kawasan Linggai

Linggai adalah sebuah kawasan di pinggir Danau Maninjau seluas 1,5 ha milik Pemerintah Daerah Kabupaten Agam. Kawasan ini bisa dikembangkan menjadi sebuah Lakeside Resort dengan fasilitas, seperti cottage, restoran, panggung pertunjukan, gazebo, kios cendera mata, jembatan terapung, dan lapangan parkir.  Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini, di antaranya; jetski, memancing, naik kapal atau perahu wisata.

 

Profil Investasi

 a. Lokasi :  Kecamatan Tanjung Raya  (27 km dari Bukittinggi)
 b. Ketersediaan Lahan :  1.5 Ha
 c. Status   Tanah :  Milik Pemerintah Kabupaten Agam
 d. Sistem   Pemerolehan Lahan :  Kerjasama
 e. Pelabuhan Udara  :  Bandara Internasional Minangkabau (± 117 Km )
 f.  Pelabuhan Laut :  Teluk Bayur  (± 147 Km)
 g. Dokumen Pendukung :  Site Plan, Detailed Engineering Design (DED), Dokumen Pengelolaan Lingkungan (UKL/UPL)h)
 

 h. Faktor Pendukung :

    1) Terletak di Kawasan Wisata, yang berarti lokasi ini terletak berdekatan dengan beberapa objek wisata lainnya,

          seperti; Muko-Muko, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Puncak Lawang, Embun Pagi, Kelok 44, dan lainnya.
     2) Pematangan lahan telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Agam
     3) Udara yang sejuk dan bebas polusi
     4) Fasilitas Wisata, seperti; gazebo, shelter, mushalla, toilet, dan taman
     5) Didukung oleh potensi wisata budaya, minant khusus, dan kuliner.
     6) Ketersediaan air bersih, listrik, sarana telekomunikasi
     7) Sarana dan prasarana transportasi

B. Pengembangan Kawasan Wisata Bahari

Bagian barat Kabupaten Agam merupakan wilayah pesisir dengan panjang garis pantai 43 km. Pantai Agam sangat indah dengan hamparan pasir putih yang sangat luas. Pohon kelapa dan cemara laut yang tumbuh hampir di sepanjang pantai memberi suasana nyaman dan teduh. Beberapa mil dari pantai terdapat dua buah pulau kecil yang indah, yang merupakan tempat bertelur bagi penyu-penyu, Pulau Ujung dan Pulau Tangah.

 

Ada 3 lokasi pengembangan wisata bahari di kawasan pesisir Kabupaten Agam ini, yaitu wilayah di sekitar DAS Batang Tiku, Pulau Ujung dan Pulau Tangah, serta Pantai Bandar Mutiara. Pengembangan ketiga lokasi ini secara bersamaan dan simultan akan meningkatkan nilai jual kawasan ini karena kedatangan wisatawan ke Kawasan Wisata Bandar Mutiara tidak hanya untuk satu tujuan wisata. 

 

1. Pengembangan Wisata Pantai di Muara Batang Tiku

Muara Batang Tiku merupakan area di sekitar DAS Sungai Batang Tiku. Pada tahun 2009, Pemerintah Daerah telah melakukan pembangunan normalisasi sungai yang bertujuan mengatasi banjir di daerah DAS Batang Tiku tersebut. Untuk meningkatkan nilai guna dari kegiatan pengendalian banjir tersebut, Pemerintah Daerah juga menyiapkan rencana pengembangan objek wisata pada lokasi Muara Batang Tiku dengan membuat Site Plan Muara Batang Tiku. Muara Batang Tiku ini bisa dikembangkan menjadi sebuah objek wisata dengan taman, area parkir, outbound, restoran makanan tradisional, dermaga mini dan hijauan terbuka. Kegiatan wisata yang bisa dikembangkan di sini antara lain: sepeda air, banana boat, berlayar ke Pulau Ujung dan Pulau Tangah.

 

Profil Investasi

a. Lokasi :  Kecamatan Tanjung Mutiara  (100 km dari Kota Padang)
b. Ketersediaan Lahan :  60 Ha
c. Status  Tanah  :  Milik Pemerintah Kabupaten Agam
d. Sistem Pemerolehan Lahan  :  Kerjasama
e. Pelabuhan Udara  :  Bandara Internasional Minangkabau (± 80 Km )
f. Pelabuhan Laut :  Teluk Bayur  (± 100 Km)
g. Dokumen Pendukung :  Site Plan
h. Faktor Pendudkung :

     1) Pemandangan yang mempesona dan situasi yang nyaman
     2) Pantai yang bersih, landai,  dan berpasir putih
     3) Didukung oleh sarana dan prasarana transportasi
     4) Didukung oleh potensi wisata budaya, minant khusus, dan kuliner.
     5) Ketersediaan air bersih, listrik, sarana telekomunikasi
     6) Dekat dengan objek wisata laninnya.

 

2. Pengembangan Pulau Ujung dan Pulau Tangah

Pulau Ujung dan Pulau Tangah dengan luas masing-masing 1 ha ini bisa dikembangkan menjadi sebuah Beach Resort dengan berbagai aktivitas wisata  bahari, seperti banana boat, sepeda air, menyelam, memancing, dan outbound.

 

Profil Investasi

a. Lokasi :  Kecamatan Tanjung Mutiara  (100 km dari Kota Padang)
b. Ketersediaan Lahan  :  1  Ha  Pulau Ujung, 1 ha PulauTangah
c. Status  Tanah :  Milik Pribadi
d. Sistem    Pemerolehan Lahan :  Kerjasama
e. Pelabuhan Udara   :  Bandara Internasional Minangkabau (± 80 Km )
f. Pelabuhan Laut  :  Teluk Bayur  (± 100 Km)
g. Faktor Pendukung :

     1)  Pemandangan yang mempesona dan situasi yang nyaman
     2) Pantai yang bersih, landai,  dan berpasir putih
     3) Sarana dan prasarana transportasi
     4) Potensi wisata budaya, minat khusus, dan kuliner.
     5) Dekat dengan objek wisata laninnya

 

3. Pengembangan Pantai Bandar Mutiara

Pantai Bandar Mutiara merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi di Kabupaten Agam. Pantai ini luas. landai, dan berpasir putih. Pada lokasi objek wisata ini ada areal seluas 15 ha,  milik Pemerintah Daerah Kabupaten Agam,  yang bisa digunakan untuk pengembangan kepariwisataan, sepeti pembangunan cottage, outbound area, dan taman. Pengembangan pantai Bandar Mutiara perlu dilakukan secara sinergis dengan pengembangan Muara Batang Tiku dan Pulau Ujung dan Pulau Tangah karena akan meningkatkan nilai jual objek wisata ini.

Profil Investasi

a. Lokasi   :  Kecamatan Tanjung Mutiara  (100 km dari Kota Padang)
b. Ketersediaan Lahan :  15 Ha
c. Status   Tanah   :  Milik Pemerintah Kabupaten Agam
d. Sistem  Pemerolehan Lahan  :  Kerjasama
e. Pelabuhan Udara :  Bandara Internasional Minangkabau ± 80 Km
f. Pelabuhan Laut  :  Teluk Bayur  (± 100 Km)
g. Dokumen Pendukung :  Site Plan
h. Faktor Pendukung :

     1) Pemandangan yang mempesona dan situasi yang nyaman
     2) Pantai yang bersih, landai,  dan berpasir putih
     3) Sarana dan prasarana transportasi
     4) Potensi wisata budaya, minant khusus, dan kuliner.
     5) Ketersediaan air bersih, listrik, sarana telekomunikasi
     6) Dekat dengan objek wisata laninnya

C. Pembangunan Pembangkit Energi Listrik

Peluang investasi di sektor energi adalah pemanfaatan sumber daya air untuk pembangkit tenaga listrik. Di Kabupaten Agam, ada beberapa sungai dan air terjun yang potensial untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro, yang berlokasi di Maninjau, Sungai Guntuang,  Sitalang, Batu Kambing, Malalak, Palembayan, dan Ranah.

Lokasi       :  

a. Batang Antokan (40.000 KW)
b. Campago, Kecamatan Malalak
c. Batang Sariak Nagari Malalak Utara,  Kecamatan Malalak (99 KW)
d. Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari (238 KW)
e. Sitalang (93 KW)
f. Toboh (57 KW)

     1) Pelabuhan Udara  :  Bandara Internasional Minagkabau ± 100 Km )
     2) Pelabuhan Laut  :  Teluk Bayur  (± 120 Km)

g. Faktor Pendukung            :

    1) Sungai-sungai di Kabupaten Agam pada umumnya berada di kawasan hutan dan areal penggunaan lain sehingga tidak menggangu kegiatan pertanian dan lainnya.
     2) Topografi Kabupaten Agam yang berbukit-bukit menguntungkan untuk pembangunan  pembangkit tenaga listrik.

 

D. Penangkapan Ikan Tuna

Memiliki Zona Ekonomi Ekslusif, Kabupaten Agam berpotensi untuk penangkapan ikan tuna. Tetapi karena tidak tersedianya sarana untuk penangkapan tuna, maka potensi ini belum termanfaatkan secara optimal. Oleh sebab itu, penagkapan ikan tuna dengan Tuna Longline merupakan peluang investasi di Kabupaten AgaTuna Longline

  

Profil Investasi / Investment Profile

a. Location : Exclusive Economic Zone of Agam Regency
b. Length of Shoreline :  43 km

c. Fish Captured  : Tuna
d. Supporting Factors  :

e. Fish Auction Hall
f. Economic Development Cooperative for Coastal Society
g. Coastal Shop
h. Ice Factor 
 

E. Perkebunan Gambier / Plantation Sector

 

Profil Investasi / Investment Profile

  a. Location : Palupuh and Palembayan Subdistrict (± 35 km from  Bukittinggi )

  b. Land Availability :  2000 ha

  c. Airport  :  Minangkabau  International Airport (± 120 Km)

  d. Harbour :   Teluk Bayur Seaport (± 140 Km)

  Supporting Factors  :

      1. Transportation means and facilities

      2. Clean water, electricity, and   communication facilities

      3. Good quality of gambier (catacin 93, 64%, ash 2, 66 %)

      4. Condusive land quality

      5. Support and  readiness of the society for the investment

 

 
http://eperizinan.tebingtinggikota.go.id/files/thumb/2cbb19fdd4a6392/210/280/fit http://eperizinan.tebingtinggikota.go.id/files/thumb/f7c849843aa8a13/210/280/fit

Daftar Download

Status Permohonan

Daftar Formulir

Daftar Permohonan

Permohonan Diterbitkan

Permohonan Belum Diambil